Integritas Penyelenggara Tentukan Kredibilitas dan Legitimasi Pemilu

Jakarta, kpu.go.id - Posisi penyelenggara pemilu sangat lah strategi dalam setiap pelaksanaan pemilu maupun pemilihan. Selain tugas menyelenggarakan, integritas dan profesionalitas penyelenggara juga menentukan kredibilitas dan legitimasi hasil dari proses yang berjalan.

Oleh karena itu, Anggota KPU RI Ilham Saputra menekankan kepada penyelenggara pemilu khususnya jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjaga nilai-nilai luhur penyelenggara pemilu ini agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

"Karena itu Badan Penyelenggaara Pemilu (BPP) harus memastikan seluruh aspek dari kontestasi pemilu memenuhi norma global dan mengikuti prinsip pemilu (guiding principles of election) meliputi independensi, imparsialitas, integritas, transparansi, efisiensi, profesionalisme dan pelayanan publik," ujar Ilham saat mengisi Kegiatan Orientasi Tugas Gelombang VIII, Rabu (13/11/2019).

Membawakan materi rancangan peraturan KPU tentang Tata Kerja KPU KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota Hasil Harmonisasi, pria yang membawahi Divisi Sumber Daya Manusia tersebut juga mengingatkan bahwa integritas seorang anggota KPU dapat mencegah terjadinya manipulasi pemilu. Guna mendukung KPU RI menurut dia telah mengeluarkan sejumlah petunjuk aturan yang mengatur dan mengawasi perilaku penyelenggara pemilu.

"Dan kode perilaku yang diatur bermakna pencegahan, pembinaan, dan internalisasi nilai-nilai untuk membentuk esprit de corps KPU secara kelembagaan," jelas Ilham.

Adapun tujuan dari pengaturan tata kerja anggota KPU menurut Ilham adalah untuk mempertajam makna tanggung jawab lewat pembinaan, pemberian hak dan kewajiban, sanksi dan penghargaan. Selain itu tata kerja anggota KPU juga menjelaskan turunan dari pakta integritas dan Sumpah/Janji yang harus dipatuhi oleh anhgota KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota. (humas kpu ri james/foto: james/ed diR)


menu
menu